Penyakit Jantung Koroner
Penyakit
Jantung Koroner adalah penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk
Indonesia. Namun, kabar baiknya adalah Penyakit Jantung Koroner dapat dicegah.
Melalui Sharing ini saya akan bahas jantung dan berbagai fakta seputar Penyakit
Jantung Koroner, penyebab dan faktor resikonya. Selain itu, akan dibahas juga
tentang lemak sebagai penyebab utama termasuk berbagai tips sederhana untul
menghindari penyakit yang mengancam jiwa ini.
Sekilas Tentang Jantung
Walaupun
hanya sebesar kepalan tangan, namun jantung adalah otot paling kuat yang
terdapat dalam tubuh kita. Bayangkan, setiap kali berdenyut, jantung memompa
darah, membawa oksigen dan zat makanan keseluruh bagian tubuh. Pada keadaan
istirahat, jantung berdenyut sekitar 70 kali permenit dan denyut jantung
meningkat bila kita beraktivitas atau saat merasakan emosi yang kuat.
Fakta Tentang Penyakit Jantung
Koroner
Tahukah Anda
?
-Salah satu cara terbaik mencegah penyakit jantung koroner
adalah menjaga kadar lemak agar berada batas normal. Kadar lemak yang tinggi
dalam darah adalah salah satu faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan
terjadinya penyakit jantung koroner.
-Penyakit jantung koroner dapat diturunkan sehingga jika ada
riwayat penyakit jantung koroner dalam keluarga, maka Anda pun beresiko.
-Dalam sehari, jantung berdenyut 100.000 kali.
Bila Jantung ‘SAKIT’
Penyakit
jantung koroner adalah salah satu masalah jantung yang mengancam jiwa. Berbagai
upaya pencegahan sebaiknya mulai dilakukan, jika tidak, resiko kematian akan
ada didepan mata.
Jantung
mendapatkan oksigen dan zat makanan melalui pembuluh darah yang dinamakan ARTERI koroner. Pada kasus jantung koroner, saluran
tersebut mengalami penyempitan. Bila aliran darah kejantung terhambat, terjadi
penurunan suplai oksigen dan zat makanan yang dapat menyebabkan kerusakan
permanen pada otot jantung. Bila penghambatan terjadi tiba-tiba, maka dinamakan
SERANGAN
JANTUNG (HEART ATTACK).
Penyumbatan
pembuluh darah bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranyalemak yang mengendap
di dinding pembuluh darah. Bayangkan pembuluh darah seperti pipa atau saluran
air. Lemak yang menempel pada dindingnya akan mempersempit pembuluh darah.
Apalagi jika selanjutnya, penyumbatan diikuti oleh terjadinya pengapuran,
pembekuan darah serta timbunan jaringan. Keseluruhan hal tersebut akan membuat
jlan aliran darah menjadi semakin sempit dan tidak lancar. Reaksi paling ringan
yang ditimbulkan adlah rasa sakit atau sesak dibagian dada yang paling fatal
adalah kematian mendadak.
Saat aliran
darah ke jantung mengalami penurunan akibat penyempitan pembuluh darah,
penderita merasakan nyeri dada yang disebut ANGINA. Walaupun ANGINA
tidak menyebabkan kerusakan otot jantung yang permanen, namun ANGINA
merupakan sebuah tanda bahwa seseorang beresiko mengalami serangan jantung.
Tanda Serangan Jantung
Kebanyakan
serangan jantung berlansung tiba-tiba dan hebat. Namun, kadang serangan jantung
dapat berlangsung pelan-pelan dengan nyeri atau ketidak nyamanan ringan
sehingga orang tidak menyadari apa yang terjadi dan tidak berfikir untuk
meminta pertolongan dokter. Serangan jantung umumnya diawali dengan rasa sakit
atau ketiddak nyamanan ditengan dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit
atau hilang timbul. Ketidak nyamanan yang terjadi bisa berupa rasa tertekan,
seperti diremas-remas, atau rasa penuh. Rasa sakit dan ketidak nyamanan juga
terrasa ditelapak tangan, bahu kiri, siku, rahang atau punggung. Namun, bila
Anda penyandang diabetes sebaiknya hati-hati. Penyandang diabetes yang telah
lama munkin tidak terlalu merasakan nyeri dada karena telah terjadi kerusakan
saraf.
Gejala Lainnya Adalah ;
-Kesulitan
bernafas atau nafas pendek
-Merasa
tidak enak badan atau muntah
-Pusing
-Keringat
dingin
-Pucat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar