Kamis, 18 Oktober 2012

Penyakit Jantung Koroner



Penyakit Jantung Koroner
Penyakit Jantung Koroner adalah penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk Indonesia. Namun, kabar baiknya adalah Penyakit Jantung Koroner dapat dicegah. Melalui Sharing ini saya akan bahas jantung dan berbagai fakta seputar Penyakit Jantung Koroner, penyebab dan faktor resikonya. Selain itu, akan dibahas juga tentang lemak sebagai penyebab utama termasuk berbagai tips sederhana untul menghindari penyakit yang mengancam jiwa ini.

Sekilas Tentang Jantung
Walaupun hanya sebesar kepalan tangan, namun jantung adalah otot paling kuat yang terdapat dalam tubuh kita. Bayangkan, setiap kali berdenyut, jantung memompa darah, membawa oksigen dan zat makanan keseluruh bagian tubuh. Pada keadaan istirahat, jantung berdenyut sekitar 70 kali permenit dan denyut jantung meningkat bila kita beraktivitas atau saat merasakan emosi yang kuat.

Fakta Tentang Penyakit Jantung Koroner
Tahukah Anda ?
-Salah satu cara terbaik mencegah penyakit jantung koroner adalah menjaga kadar lemak agar berada batas normal. Kadar lemak yang tinggi dalam darah adalah salah satu faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung koroner.
-Penyakit jantung koroner dapat diturunkan sehingga jika ada riwayat penyakit jantung koroner dalam keluarga, maka Anda pun beresiko.
-Dalam sehari, jantung berdenyut 100.000 kali.

Bila Jantung ‘SAKIT’
Penyakit jantung koroner adalah salah satu masalah jantung yang mengancam jiwa. Berbagai upaya pencegahan sebaiknya mulai dilakukan, jika tidak, resiko kematian akan ada didepan mata.
Jantung mendapatkan oksigen dan zat makanan melalui pembuluh darah yang dinamakan ARTERI  koroner. Pada kasus jantung koroner, saluran tersebut mengalami penyempitan. Bila aliran darah kejantung terhambat, terjadi penurunan suplai oksigen dan zat makanan yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung. Bila penghambatan terjadi tiba-tiba, maka dinamakan SERANGAN JANTUNG (HEART ATTACK).
Penyumbatan pembuluh darah bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranyalemak yang mengendap di dinding pembuluh darah. Bayangkan pembuluh darah seperti pipa atau saluran air. Lemak yang menempel pada dindingnya akan mempersempit pembuluh darah. Apalagi jika selanjutnya, penyumbatan diikuti oleh terjadinya pengapuran, pembekuan darah serta timbunan jaringan. Keseluruhan hal tersebut akan membuat jlan aliran darah menjadi semakin sempit dan tidak lancar. Reaksi paling ringan yang ditimbulkan adlah rasa sakit atau sesak dibagian dada yang paling fatal adalah kematian mendadak.
Saat aliran darah ke jantung mengalami penurunan akibat penyempitan pembuluh darah, penderita merasakan nyeri dada yang disebut ANGINA. Walaupun ANGINA tidak menyebabkan kerusakan otot jantung yang permanen, namun ANGINA merupakan sebuah tanda bahwa seseorang beresiko mengalami serangan jantung.

Tanda Serangan Jantung
Kebanyakan serangan jantung berlansung tiba-tiba dan hebat. Namun, kadang serangan jantung dapat berlangsung pelan-pelan dengan nyeri atau ketidak nyamanan ringan sehingga orang tidak menyadari apa yang terjadi dan tidak berfikir untuk meminta pertolongan dokter. Serangan jantung umumnya diawali dengan rasa sakit atau ketiddak nyamanan ditengan dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit atau hilang timbul. Ketidak nyamanan yang terjadi bisa berupa rasa tertekan, seperti diremas-remas, atau rasa penuh. Rasa sakit dan ketidak nyamanan juga terrasa ditelapak tangan, bahu kiri, siku, rahang atau punggung. Namun, bila Anda penyandang diabetes sebaiknya hati-hati. Penyandang diabetes yang telah lama munkin tidak terlalu merasakan nyeri dada karena telah terjadi kerusakan saraf.
Gejala Lainnya Adalah ;
-Kesulitan bernafas atau nafas pendek
-Merasa tidak enak badan atau muntah
-Pusing
-Keringat dingin
-Pucat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar